Widhang Pradapa

Just another WordPress.com site

Teori-teori Kriminologi

Sejarah perkembangan akal pemikiran manusia yang menjadi dasar dibangunnya teori-teori krimiologi.  George B. Vold menyebutkan bahwa teori  merupakan suatu penjelasan yang muncul bilamana seseorang itu dihadapkan pada suatu gejala yang tidak dimengerti.

Dalam upaya mencari penjelasan mengenai upaya-upaya yang menjadi landasan terbentuknya suatu teori-teori dalam kriminologi dapat mempergunakan dua metode yaitu:

Spiritualisme
Dalam aliran spiritualisme ini perhatiannya lebih fokus pada perbedaan antara kebaikan yang datang dari Tuhan ataupun para Dewa dan keburukan itu datang dari Setan.
Perkembangan selanjutnya aliran ini masuk dalam ruang lingkup pergaulan politik dan sosial feodal, yang berlandaskan bahwa pemikiran pada sebelumnya kejahatan merupakan permasalahan antara korban dan keluarganya dengan pelaku dan keluarga pelaku dan masyarakat spiritualisme ini berfikir bahwa suatu kebenaran itu pasti akan menang dan suatu kesalahan yang dilakukan oleh orang pasti akan kalah, yang dalam kenyataanya secara rasional itu tidak benar.
Contoh: metode pembuktian kesalahan seseorang dengan cara menjeburkan seseorang ke dalam sungai dengan cara mengikatkanya pada suatu batu besar, jika seseorang itu benar maka Tuhan akan menolong  orang tersebut akan tetap hidup dan sebaliknya kalau orang tersebut salah maka Tuhan akan menghukumnya dan mungkin orang tersebut tidak bisa selamat.

Naturalisme
Dalam aliran ini menurut “Hippocrates” (460 S.M.) adalah bahwa perkembangan ilmu alam setelah abad pertengahan menyebabkan manusia mencari model yang lebih rasional dan mampu membuktikan secara Ilmiah. Dalam perkembangan lahirnya teori-teori tentang kejahatan maka aliran ini mengunakan tiga metode atau aliran yaitu:

  • Aliran Klasik
    Dasar pemikiran dari aliran ini adalah bahwa Manusia itu hidup memiliki suatu kehendak bebas (free Will), yang dalam bertingkah laku memiliki suatu perhitungan tertentu yang berdasarkan atas keinginanya (bedonisme), dengan kata lain menurut aliran ini manusia dalam berperilaku berdasarkan atas Penderitaan dan kesenangan yang menjadi dasarnya, maka menurut aliran Klasik ini ditentukan serta dijatuhkan suatu hukuman yaitu berdasarkan dari Tindakannya, Bukan brdasarkan atas Perbuatannya.
    Berdasarkan pemikiran tersebut maka Cesea Bonesana Marchese de Beccaria menuntut adanya persamaan di hadapan hukum bagi semua orang serta keadilan dalam penerapan sanksi dan menurut Jeremy Bentham seorang sarjana dari inggris bahwa tujuan dari pemberian sanksi semata-mata berfungsi sebagai alat preventie bagi lahirnya kejahatan. Dan ide dari para sarjana itu mengilhami lahirnya Code Civil Napoleon 1791 dan juga konstitusi Amerika pada saat itu.
  • Aliran Neo Klasik
    Dasar dalam pemikiran ini bertolak belakang dengan aliran klasik biarpun tidak disertai dan tidak dilandaskan pada pemikiran ilmiah namun aspek-aspek kondisi pelakulah dan lingkungannya mulai diperhatikan, karena menurut aliran Neo Klasik aliran klasik malah tidak menimbulkan keadilan karena pemberlakuan dari aliran klasik tersebut terlihat kaku, dalam memberi hukuman atau sanksi terhadap pelaku aliran klasik tidak ada pembedaan umur.
    Maka ini dinilai sebagai suatu ketidakadilan, karena dari aspek mental dan kesalahan serta umur tidak diperhitungkan oleh Code Penal Perancis.
  • Aliran Positifis
    Dalam aliran Positifis ini dibagi menjadi dua pandangan:
    a. Determinisme Biologis
    Dasar dalam pemikiran ini adalah bahwa perilaku manusia sepenuhnya tergantung pada pengaruh biologis dalam dirinya atau perilaku seorang anak itu tidak akan jauh dengan perilaku orangtuanya.
    b. Determinisme Cultural
    Dasar dalam pemikiran aliran ini adalah bahwa perilaku seorang manusia justru yang mendasarinya yaitu pengaruh sosial, budaya serta lingkungan dari mereka itu berasal dan hidup.
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: